Security Robot
Sejak dulu, keamanan di lingkungan rumah dijaga secara manual oleh manusia, sebagai contoh penjagaan ketat yang dilakukan oleh satpam. Namun, seiring berkembangnya teknologi, manusia mengembangkan suatu sistem yang lebih praktis yaitu alarm keamanan rumah. Alarm ini berfungsi untuk menjaga keamanan rumah secara otomatis sehingga pemilik rumah akan merasa tenang ketika meninggalkan rumah tanpa ada seorangpun yang menjaganya. Cara kerja alarm ini sangat simpel, yaitu apabila pintu atau jendela dibuka, maka alarm akan berbunyi. Karena sensor yang dipasang di bingkai pintu / jendela akan terpisah dengan alarm yang dipasang di daun pintu / jendela. Sensor gerak dan sensor magnet mendeteksi pencuri, alarm akan membunyikan sirine dan juga akan menghubungi 3 nomor telepon yang sudah di simpan di unit utama. Sensor ini tanpa kabel, sehingga pemasangannya sangat mudah dan fleksibel. Pengaktifan alarm ini selain melalui remote control juga bisa dilakukan dengan HP. Bunyi alarm ini sekaligus dapat menimbulkan kepanikan orang yang berniat jahat sehingga dapat mencegah pencurian.
Saat ini, telah dikembangkan lagi suatu teknologi untuk penjagaan rumah dengan menggunakan teknologi robot. Robot ini tidak hanya dapat melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti mengambilkan minum, menyiram tanaman, tetapi juga dapat memastikan bahwa baik rumah dan jendela telah terkunci rapat. Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan "cari dan tolong" (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.
Pada tahun 2004, sudah diciptakan sebuah robot yang berfungsi sebagai satuan pengaman gedung bertingkat di Jepang. Robot yang diberi nama Artemis ini dikembangkan oleh perusahaan robotik Tmsuk, Artemis Guard Robot yang berkode T63. Tugas utama Artemis adalah berkeliling gedung dan melaporkan bila menemukan sesuatu yang mencurigakan. Ia tidak diprogram untuk menyerang orang secara mematikan, karena senjata yang disandang tidak berbahaya yaitu senapan paint ball dan semprotan cairan. Robot ini memiliki tinggi 157 cm, lebar 66 cm, panjang 82 cm dan berat 100 kg. Baterainya tahan beroperasi selama 8 jam sebelum harus diisi (charge) ulang.
Robot yang harga satu unitnya mencapai 76.000 dolar AS itu diprogram guna menjalankan misi pengintaian di luar stadion. Untuk memuluskan operasinya, setiap robot dibekali dengan berbagai teknologi. Salah satunya dengan dukungan teknologi GPS (Global Positioning System). Mereka berpatroli di areal luar Stadion Berlin dan melindungi areal tersebut dalam radius 2 km dari pusat kontrolnya yang berlokasi di dalam stadion.Teknologi lain yang dibenamkan sebagai tambahan yaitu semua robot dilengkapi kamera video, sensor radar, pengukur temperatur, dan pemindai infra merah. Kamera yang terpasang dapat berputar ke segala arah dan dapat dikontrol secara remote oleh teknisi di pusat kontrol. "Jika robot mengenali sesuatu yang tidak beres, seperti adanya lubang mencurigakan dalam pagar, robot akan berhenti dan mengirim pesan peringatan ke pusat kontrol. Sensor radar mampu mendeteksi badan manusia walau ada di balik tembok," ujar Stengl menambahkan.
Melalui bantuan navigasi dari GPS, robot dapat mengirim gambar ke pusat pengontrol (skybox). Melalui remote control yang ada di pusat pengontrol, dapat mengirim perintah guna mengecek situasi yang mencurigakan di luar stadion.