Caleg stres, teriak-teriak di jalan
ternyata-eh.blogspot.com-Dua orang Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) dan Golongan Karya (Golkar), Daerah Pemilihan (Dapil)
Kecamatan Biringkanaya, yakni Ir dan Id, diduga stres.
Sikap caleg nomor urut 5 dan 10 ini membuat sejumlah warga perumahan di Kecamatan Biringkanaya ketakutan. Mereka melakukan sweeping di jalan dan berteriak di pemukiman warga, Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di pertigaan jalan Perumahan Adjwa dan Kampung Batu Tambung, RW 5, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Aksi kedua caleg tersebut, selain mengakibatkan akses jalan warga terganggu, juga mengakibatkan sejumlah anak-anak sekolah meliburkan diri, lantaran kedua caleg bersama tim pendukungnya yang mensweeping hendak keluar ke poros Jalan Kemerdekaan.
Menurut warga setempat Wawan, bahwa sejak kejadian pemungutan suara pada 9 April 2014 malam, kedua caleg itu mencari para tim pendukung dari partai yang berbeda. Entah apa tujuannya, namun mereka berteriak kalau suaranya rendah.
"Mereka sweeping, padahal kami tidak bersalah. Kami warga disini sudah melakukan rapat, dan jika terjadi maka kemungkinan akan melawan secara fisik. Kasian anak-anak kami telantar tidak sekolah," paparnya, Jumat (11/4/2014).
Menurut warga, kedua caleg merasa itu sakit hati setelah memperoleh sedikit suara dan menuduh warga perumahan memilih caleg lain atau partai lain, yang berada di Kecamatan Biringkanaya, yakni Perum Adjwa, Perum Abita, Perum Cemara, Perum Bukit Permata Regency, dan Perumahan Levina.
Sementara itu, Kapolsek Biringkanaya AKP Azis Yunus mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 17.30-19.00 Wita. Informasi dari warga, terjadi aksi sweeping oleh anggota caleg yang juga mencari tim sukses para caleg lain.
Dari laporan itu, pihaknya menurunkan anggota patroli, dibantu dengan Polda Sulselbar. Pasca kejadian tersebut, anggota intens melakukan patroli untuk mengantisipasi peristiwa itu tidak terulang kembali.
"Kedua caleg hanya berteriak teriak di depan warga. Kami belum bisa bertindak lebih jauh, karena belum ada pelanggaran pidana yang dilakukannya," ujar Azis Yunus, saat dihubungi reporter ternyata-eh.blogspot.com
Sikap caleg nomor urut 5 dan 10 ini membuat sejumlah warga perumahan di Kecamatan Biringkanaya ketakutan. Mereka melakukan sweeping di jalan dan berteriak di pemukiman warga, Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di pertigaan jalan Perumahan Adjwa dan Kampung Batu Tambung, RW 5, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Aksi kedua caleg tersebut, selain mengakibatkan akses jalan warga terganggu, juga mengakibatkan sejumlah anak-anak sekolah meliburkan diri, lantaran kedua caleg bersama tim pendukungnya yang mensweeping hendak keluar ke poros Jalan Kemerdekaan.
Menurut warga setempat Wawan, bahwa sejak kejadian pemungutan suara pada 9 April 2014 malam, kedua caleg itu mencari para tim pendukung dari partai yang berbeda. Entah apa tujuannya, namun mereka berteriak kalau suaranya rendah.
"Mereka sweeping, padahal kami tidak bersalah. Kami warga disini sudah melakukan rapat, dan jika terjadi maka kemungkinan akan melawan secara fisik. Kasian anak-anak kami telantar tidak sekolah," paparnya, Jumat (11/4/2014).
Menurut warga, kedua caleg merasa itu sakit hati setelah memperoleh sedikit suara dan menuduh warga perumahan memilih caleg lain atau partai lain, yang berada di Kecamatan Biringkanaya, yakni Perum Adjwa, Perum Abita, Perum Cemara, Perum Bukit Permata Regency, dan Perumahan Levina.
Sementara itu, Kapolsek Biringkanaya AKP Azis Yunus mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 17.30-19.00 Wita. Informasi dari warga, terjadi aksi sweeping oleh anggota caleg yang juga mencari tim sukses para caleg lain.
Dari laporan itu, pihaknya menurunkan anggota patroli, dibantu dengan Polda Sulselbar. Pasca kejadian tersebut, anggota intens melakukan patroli untuk mengantisipasi peristiwa itu tidak terulang kembali.
"Kedua caleg hanya berteriak teriak di depan warga. Kami belum bisa bertindak lebih jauh, karena belum ada pelanggaran pidana yang dilakukannya," ujar Azis Yunus, saat dihubungi reporter ternyata-eh.blogspot.com
